Cara Mengatasi Anak yang Suka Menyontek

Bundakita.com - Menyontek saat ujian atau ulangan di sekolah sebagai perlakuan tidak terpuji. Tetapi, bagaimana jika anak Anda kedapatan suka menyontek di sekolah?

Menyontek dilarang dalam peraturan di sekolah karena sebagai tindakan curang. Walau demikian, cukup banyak anak yang mencoba melanggarnya.

Beragam faktor menjadi pemicu seorang anak memutuskan curang dengan menyontek, salah satunya tekanan akademis (dapat tiba dari sekolah, orangtua, atau diri anak sendiri), anak kurang optimis, dampak lingkungan (melihat menyontek sebagai sikap umum dan berpengaruh positif, yaitu menyaksikan rekan yang menyontek mendapatkan nilai plus bagus), atau factor intern si anak, seumpama sikap rebel dan impulsivitas.

Akhirnya, orangtua perlu mendalami lebih dahulu hal yang menggerakkan anak bertindak itu. Triknya dengan ajak anak berbicara secara terbuka.

Orangtua dianjurkan tidak untuk membentak langsung si anak, apa lagi memberikannya cap pada anak. Disamping itu, ada banyak cara lain yang dapat Anda kerjakan.

Jika sikap itu terus terulang lagi dan susah diatasi, orangtua dan anak bisa konsultasi dengan psikiater untuk mendapat pengobatan psikis yang diperlukan,

Berikut sejumlah cara mengatasi anak yang suka menyontek, yang dapat dijalankan orangtua,

Cara Mengatasi Anak yang Suka Menyontek


Cara Mengatasi Anak yang Suka Menyontek

Berikut sejumlah cara mengatasi anak yang suka menyontek, yang dapat dikerjakan orangtua:

  • Memberi contoh yang baik untuk anak. Misalkan, orangtua dapat berbagi pengalaman-pengalaman mereka yang berusaha keras dibanding melakukan perbuatan curang.
  • Orangtua dapat memberikan fasilitas anak untuk belajar, misalkan memberikan pelatihan tambahan, ikut menolong anak belajar, dan lain-lain.
  • Menurunkan harapan atau sasaran yang terlihat tidak realitas untuk anak.
  • Dibanding fokus di hasil yang diraih anak, konsentrasilah menghargai tiap usaha dan proses yang dilaksanakan anak.
  • Saat anak bertemu ketidakberhasilan, berikan apresiasi atas usaha kerasnya. Seterusnya, bantu anak untuk bangun dan kembali usaha.
  • Buat perjanjian dengan anak. Jika sikap menyontek terulang kembali, tentukan resiko apa yang harus diterapkan.
  • Dibandingkan menghukum yang mengerikan untuk anak, Anda bisa membuat persetujuan berkaitan beberapa hal yang dicintai anak sebagai resiko. Misalkan, kurangi waktu bermain Gadget.
  • Berunding dengan guru atau pihak sekolah supaya penanaman nilai dan pembimbingan yang diberi bisa diaplikasikan secara stabil.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url