Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam dan Budi Daya Pisang

Pisang sebagai satu antara tanaman yang gampang diperbudidayakan. Tanaman pisang gampang tumbuh di beberapa tempat.

Pisang sebagai tanaman asli Asia Tenggara terhitung Indonesia. Tidaklah aneh banyak warga Indonesia yang manfaatkan lahannya untuk ditanam pohon pisang.

Tipe pisang yang banyak ditanamkan dan dimakan di Indonesia, diantaranya pisang susu, pisang raja, pisang ambon, pisang kepok, pisang mas, dan sebagainya.

Gampangnya tanaman pohon pisang tumbuh dan berbuah, membuat beberapa orang memakainya sebagai kesempatan usaha. Budi daya pisang menjadi usaha yang menggiurkan karena buahnya banyak dicintai.

Untuk Anda yang tertarik budi daya pisang, perlu ketahui langkah menanam dan memiaranya. Ada banyak hal yang penting dilaksanakan dalam budi daya pisang.

Cara Menanam dan Budi Daya Pisang


Berikut ringkasan mengenai langkah menanam dan memeilihara pohon pisang

Persyaratan Membudidayakan Pisang

Saat sebelum ketahui langkah menanam dan memiara pisang, kenali dulu ketentuannya. Tanaman pisang dapat ditanamkan antara larikan pohon-pohonan, dengan harus penuhi syarat, diantaranya:

  • Tiap rumpun terbanyak 2-3 pohon.
  • Kemiringan tempat maksimal 45 derajat, tempat harus diteras, penguat teras harus dipiara secara baik dan bahan mulsa (tersisa dedaunan) dihimpun di bawah pohon pisang.
  • Jika kesuburan tanah rendah, perlu dilaksanakan pemupukan dengan pupuk kompos seperlunya atau mungkin dengan pupuk bikinan. Ukuran pemupukan dengan memakai pupuk bikinan, yaitu pupuk ZA 200 gram/tanaman/tahun, pupuk TSP 100 gram/tanaman/tahun, pupuk KCl 150 gram/tanaman/tahun.

Penanaman

Penyiapan tempat

  • Tempat harus bebas dari alang-alang.
  • Buat lubang tanaman sama ukuran 60 x 60 x 50 cm.
  • Jarak antarlubang tanaman 3-4 m.
  • Tiap lubang diisi pupuk kandang atau kompos sekitar 2-3 kaleng sisa minyak tanah.

Pengadaan bibit dan penanaman

  • Bibit yang dipakai datang dari anakan tanaman pisang.
  • Bibit berbentuk tunas-tunas pada bonggol yang dibelah dan disebutkan 'bit'.
  • Bibit didederkan pada media tanah campur pasir (1:1).
  • Sesudah 1 minggu, bibit mulai berakar dan dipindah ke polybag.
  • 2 bulan selanjutnya bibit siap dipindah ke lubang tanaman di kebun (1 bibit per lubang).
  • Penanaman di kebun seharusnya dikerjakan awalnya musim hujan.

Pemupukan

  • Satu bulan sesudah ditanamkan, dipupuk dengan kombinasi 250 gram ZA, 100 gram DS dan 150 gram ZK per tanaman.
  • Pemupukan itu diulangi tiap 3 bulan sekali.
  • Pupuk dilelepkan melingkar di sekitar tanaman.

Penjarangan tanaman

  • Penjarangan anakan diperuntukkan untuk jaga kesetimbangan perkembangan hingga tanaman bisa hasilkan tandan yang semakin besar dan berkualitas baik.
  • Diputuskan anakan pedang.
  • Untuk anakan ke-2 yang dipiara datang dari anakan pertama, dan anakan ke-3 datang dari anakan ke-2 .
  • Perawatan anakan seharusnya diawali sesudah induknya berusia 4-6 bulan.
  • Perawatan tanaman induk dengan ke-3 anakannya seharusnya sebagai wujud melingkar.

Pemangkasan jantung pisang

  • Sesudah bunga paling akhir pada jantung mekar yang diikuti dengan perkembangan buah yang kecil-kecil dan lamban, tersisa jantung selekasnya dipotong.
  • Pemangkasan jantung itu bisa tingkatkan produksi buah 2-5 %.

Perawatan

Pengaturan Penyakit Layu

Penyakit layu pada pisang terbagi dalam penyakit layu fusarium dan penyakit layu bakteri. Penyakit layu fusarium disebabkan karena jamur Fusarium oxysparum.

Jamur pemicu penyakit ini hidup dalam tanah, selanjutnya masuk ke akar, seterusnya masuk ke bonggol dan jaringan pembuluh. Tanda-tanda penyakit ini, yaitu sejauh jaringan pembuluh pada tangkai semu warna coklat kemerahan.

Disamping itu, daun akan menguning dan jadi layu, tangkainya jadi terkulai dan patah. Terkadang susunan luar tangkai semu terbelah dari bawah ke atas.

Ciri-ciri uniknya adalah bila pangkal tangkai dibelah membujur, kelihatan garis-garis coklat atau hitam dari bonggol ke atas lewat jaringan pembuluh ke pangkal dan tankai daun.

Penyebaran penyakit ini bisa lewat bibit, tanah, dan air yang mengucur memiliki kandungan spora jamur. Penyakit layu bakteri disebabkan karena bakteri Pseudomonas solanacearum.

Juga bisa disebutkan penyakit dara karena jika akar tinggal/bonggol tanaman sakit dipotong karena itu keluar cairan kental yang warna kemerahan dari arsip pembuluh.

Tanda-tanda penyakit ini pada tanaman pisang ialah layunya daun-daun tua saat sebelum waktunya, daun menguning dan mati, pada tanaman muda terjadi kelayuan yang lengkap.

Penyebaran penyakit ini bisa muncul karena bibit terkena, serangga yang berkunjung bunga, beberapa alat pemotongan dan contact akar.

Adapun langkah penangkalannya, seperti berikut:

  • Menanam bibit pisang yang sehat.
  • Lakukan pemupukan yang imbang.
  • Sanitasi dan drainase kebun yang bagus supaya waktu hujan, air tidak mengucur dan tergenangi di atas tanah.
  • Memiara tanaman dengan berhati-hati untuk kurangi berlangsungnya cedera pada akar.
  • Untuk menahan penyebaran oleh serangga lewat cedera pada bunga yang rontok, karena itu bisa dilaksanakan pemangkasan jantung.

Pemanenan

  • Pada bulan-bulan panas, buah pisang bisa dipanen sesudah 80 hari semenjak keluarnya jantung, dan pada bulan-bulan basah sesudah 120 hari.
  • Beberapa ciri buah pisang yang bisa dipanen diantaranya kulit buah jadi lebih ceria, wujud buah lebih membulat tidak bersiku.
  • Di saat panen buah janganlah sampai terjadi banyak cedera di kulit buah karena bentrokan atau gesekan supaya kualitas dan kemunculan buah masih tetap baik dan menarik.

Saat petik:

  • Perbedaan di antara daging buah (buah telah membulat).
  • Gampang patah ujung bunga (kepala putik).

Saat Panen

Pengepakan

  • Saat sebelum pengepakan buah lebih dulu disisir, seharusnya mengikutkan tangkainya untuk kurangi gempuran mikroba pemicu busuk bonggol sisir.
  • Sesudah disir dilaksanakan pencucian, baik sama air atau perendaman sama air panas sepanjang lima menit.
  • Pengepakan benar-benar bermacam misalnya dengan keranjang bambu, peti kayu, peti karton, dan lain-lain.
  • Pengepakan yang bagus memakai peti kayu ukuran 49 x 33 x 23 cm yang dilapis lembar plastik berlubang dan dikasih bantalan kertas koran.

Pemeraman pisang

  • Tingkatkan temperatur peram atau dikasih beberapa bahan yang bisa hasilkan gas ethylene atau zat perangsang bungkusakan seperti daun gamal, daun pisang, karbit (dengan jumlah 100 gram/100 kg pisang).

Pemrosesannya

  • Buah pisang mentah sampai masak bisa dibuat jadi wujud yang lain memungkinkannya akan meninggikan nilai lebih pisang tersebut.
  • Dari sisi rasanya nikmat, bertahan lama (daya tahan lama semakin tinggi).
  • Satu antara tehnologi pemrosesan pisang ialah sari buah.

BundaKita
BundaKita Emak / Ngeblog / Nyuci / Nyambel / Ngemong dst.