Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Pantun untuk Hari Ayah Yang harus Kamu Simpan

Mak yang gaptek ini baru sadar jika ada hari ayah, dulu mungkin ibu pernah berkata kok hanya ada hari ibu, mana ya hari ayah, eh entah sejak kapan hari ayah ini ada :v

Dan langsung emak-emak ini mencari info donk. hari ayah baru di deklarasikan oleh PPIP atau Putra Putri Ibu Pertiwi di tahun 2006 di SOLO, Jawa Tengah, Indonesia. Eh iya hari ayah di perihanti setiap tahunnya di tanggal 12 November.

Iseng-iseng lagi pernah ada caption di Sosial media tentang pantung untuk ahri ayah, nah hari ini emak ini mulai mengumpulkannya di blog bunda kita supaya tahun depan pas hari ayah lagi, bunda sudah ada kisi-kisi atau bocoran banyak pantun yang sudah disiapkan.

Kumpulan Pantun untuk Hari Ayah


Kumpulan Pantun untuk Hari Ayah

#1

Langit itu berwarna biru,

Jika dilihat sangatlah indah.

Sudah lama kita tak bertemu,

Ayah kapan pulang ke rumah.

#2

Memancing ikan di tengah danau,

Di tengah danau pakai perahu.

Aku rindu kepadamu,

Ayah jagalah kesehatanmu.

#3

Habis mandi tak lupa pakai baju,

Pakai baju warna abu-abu.

Ayah bagaimana kabarmu,

Aku rindu kepadamu.

#4

Sore hari halaman disapu,

Disapu sampai bersih.

Sudah lama tidak melihatmu,

Aku merindukanmu ayah.

#5

Ke laut mencari cumi-cumi,

Tinta hitam untuk melindungi diri.

Rindu ini besar sekali,

Sudah lama ayah tak kembali.

#6

Pergi ke laut dengan perahu,

Di laut menangkap ikan kerapu.

Apakah ayah tahu,

Aku sangat merindukanmu.

#7

Pergi ke sawah mencari tebu,

Tebus manis semanis madu.

Rinduku menggebu-gebu,

Sudah lama tak berjumpa denganmu.

#8

Pagi hari mencari udang,

Mencari udang di pinggir danau.

Rindu ini sebesar gunung,

Sudah sewindu tak bertemu.

#9

Jalan-jalan ke Pulau Bali,

Di Bali membeli sepatu.

Ayah ini kapan kembali,

Sudah lama aku menahan rindu.

#10

Pergi ke laut dengan perahu,

Di laut mencari cumi-cumi.

Rindu ini sudah menggebu-gebu,

Sudah setahun ayah tak kembali.

#11

Sarapan pagi dengan roti bakar,

Habis sarapan berangkat sekolah.

Sudah lama kita tak berkabar,

Bagaimana kabarmu ayah.

#12

Pagi cerah berbaju ketat,

Senyum berhias seri seroja.

Pergi ayah terlalu cepat,

Belum puas diri bermanja.

#13

Serawa dimasak lama sehari,

Kelapa diperah sebelah saja.

Nyawa anak umpama diberi,

Tanpa ayah siapalah kita.

#14

Sudah salat diri dijaga,

Kuntum kelopak sinar mentari.

Ayah ibarat kasturi surga,

Harum semerbak sukar dicari.

#15

Burung merpati terbang ke bawah

Hinggap gembira di pohon sena

Murung di hati terkenang ayah

Mengadap pusara ku mohon doa

#16

Batu belah berbongkah-bongkah,

Di balik batu ular berbisa.

Ke mana kaki hendak melangkah,

Ke sana pula rindu ini terasa.

#17

Masih payah sama teringin,

Sukar dicari diberi percaya.

Kasih ayah umpama lilin,

Membakar diri memberi cahaya.

#18

Diri berjubah sungguh bergaya,

Masih bersujud bersulam takwa.

Memori ayah penyuluh cahaya,

Kasih tak luput di dalam jiwa.

#19

Air jatuh di daun talas,

Pohon tinggi tempat si lebah.

Tiada jasa yang bisa terbalas,

Hanya doa untukmu wahai ayah.

nb : Mayan kan udah dapat banyak, jangan lupa ya bund untuk di save atau di share lagi, buat persiapan :D

BundaKita
BundaKita Emak / Ngeblog / Nyuci / Nyambel / Ngemong dst.