Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatasi Anak Muntah

Selainnya demam, muntah menjadi satu diantara tanda-tanda yang sering terjadi pada anak-anak. Biasanya, muntah kerap disebabkan karena infeksi virus atau keracunan makanan. Muntah kerap dibarengi tanda-tanda lain, seperti diare, kembung, demam, bahkan juga batuk, pilek.

Walau biasa terjadi, tidak boleh memandang sepele anak yang alami muntah-muntah. Masalahnya jika tidak diatasi dengan tepat, anak dapat alami dehidrasi.

Cara Mengatasi Anak Muntah


Untuk menahan dehidrasi atau keadaan kesehatan yang lain, berikut langkah pas untuk menangani anak muntah.

Jika anak berasa mual, diamkan dia untuk muntah. Tidak boleh menahan atau memaksakan anak untuk meredam rasa ingin muntah. Karena, hal itu bisa mengakibatkan perut anak jadi berasa tidak nyaman. Muntah umumnya akan stop dalam waktu 6-24 jam.

Saat anak muntah, tolong sang kecil untuk tundukkan kepalanya supaya cairan muntah tidak masuk ke aliran pernafasan. Bagaimana bila anak masih berumur bayi?

Anda bisa memiringkan kepala bayi supaya cairan muntah tidak masuk ke aliran pernafasan dan mengakibatkan dia terselak. Keadaan terselak bisa memberikan ancaman nyawa sang kecil.

Anak yang muntah-muntah tentunya alami merasa tidak nyaman pada bagian perut dan tubuhnya.

Oleh karenanya, orang-tua harus kurangi kegiatan atau aktivitas anak beberapa waktu. Diamkan anak istirahat pada tempat tidur dan temani sampai dia berasa lebih bagus.

Minum air putih ialah langkah yang terpenting untuk menangani muntah. Saat anak muntah, terutama bila dibarengi diare, karena itu bisa banyak cairan yang keluar badannya. Tentu saja, ke-2 keadaan itu bisa mengakibatkan anak alami dehidrasi.

Beri air minum sekitar yang sang kecil ingin dan perlukan. Namun, jika saat minum sang kecil kembali muntah, karena itu berikan minuman dikit demi sedikit memakai sendok (1-2 sendok makan).

Orang-tua dapat memberi minum tiap 15 menit dan banyaknya dinaikkan dengan bertahap jika anak tidak alami muntah.

Dalam kurun waktu enam jam pertama, tidak boleh memberi makanan padat ke anak yang muntah-muntah. Karena makanan padat akan memberatkan kerja lambung dan membuat anak makin gampang alami muntah dan mual.

Walau anak sedang muntah-muntah, orang-tua harus tetap memberi makanan dengan kalori yang cukup.

Anda bisa menukar makanan padat dengan makanan yang lebih gampang diolah, seperti bubur, juice buah (tidak boleh yang asam seperti jeruk), minuman manis, atau madu (untuk anak di atas umur satu tahun).

Sesudah enam jam dan keadaan anak lebih baik, Anda bisa memberi makanan tertentu. Untuk anak bayi yang telah MPASI atau berumur di atas enam bulan, beri dia sereal, biskuit, atau buah.

Dalam pada itu, untuk umur anak-anak, Anda bisa memberi makanan, seperti roti, kentang, atau nasi.

Bila anak tidak stop muntah dalam waktu 6-24 jam, Anda bisa memberi obat muntah. Pemberian obat antimuntah seharusnya ikuti jumlah yang disarankan.

Sama seperti yang telah diterangkan di atas, muntah sebagai tanda-tanda yang umum terjadi, tetapi jangan dipandang sepele. Karenanya, jika ada gejala dan tanda berikut ini, selekasnya membawa anak Anda ke dokter:

Itu ia cara-cara menangani anak yang muntah. Untuk tahu info kesehatan dan perawatan anak yang lain, Mudah-mudahan Berguna

BundaKita
BundaKita Emak / Ngeblog / Nyuci / Nyambel / Ngemong dst.