Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Bijak Mendidik Anak yang Keras Kepala

Cukup banyak orangtua mempunyai anak dengan sikap keras kepala dan sulit menanganinya. Anak keras kepala umumnya diikuti dengan rutinitas susah ditata dan malas ikuti atau dengarkan saran seseorang.

Orangtua umumnya biarkan sikap keras kepala anak karena umur masih kekecilan. Walau sebenarnya, bila biarkan sikap keras kepala dan tidak ingin kalah, dapat bikin rugi saat dewasa kelak.

Jadi orang tua, perlu mendapati jalan keluar arif untuk mendidik anak yang keras kepala. Saat sebelum mendapati jalan keluar, ada sekiranya orangtua memahami akan pertanda anak dengan sikap kepala.

Anak yang umumnya mempunyai pertanda sikap keras kepala, misalnya:

Sesudah ketahui pertanda, orangtua dapat memproses dan mendapati langkah yang pas untuk mendidik anak yang keras kepala.

Cara Bijak Mendidik Anak yang Keras Kepala


Berikut langkah arif mendidi anak yang keras kepala,

1. Diamkan Belajar Sendiri

Diamkan anak belajar dari kisah hidupnya. Maksudnya supaya rasa berdikari mereka berkembang. Ingat, argumen khusus anak keras kepala ialah karena ingin mengeksploitasi beberapa hal.

2. Tidak boleh Dihakimi

Janganlah lekas mengadili perlakuan anak. Walau sang anak lakukan kekeliruan karena rasa ingin tahunya, lebih bagus berikan pemahaman jika seharusnya tak perlu mengulang perbuatannya kembali.

3. Tidak boleh Berdiskusi

Anak-anak yang keras kepala umumnya suka karena ada pembicaraan atau beradu argument. Oleh karenanya, tidak boleh berikan mereka peluang untuk berdiskusi.

Dibanding berpendapat, lebih bagus tujukan pembicaraan ke yang lebih bagus. Perlihatkan jika Anda siap untuk dengarkan narasi atau opini dari segi mereka.

Dengarkan narasi anak membuat mereka semakin dapat terima mengenai apa yang Anda anjurkan atau sarani.

4. Masih tetap Tersambung dengan Anak

Seharusnya janganlah lekas diamkan atau meremehkan anak saat sikap keras kepalanya ada. Anda tetap harus memerhatikan dan mengarahkannya. Namun, janganlah sampai berkesan memaksakan karena anak dapat meresponsnya dengan melawan.

Seharusnya kerjakan pendekatan ke anak dengan halus tetapi tentu. Misalkan, jika Anda ingin anak stop melihat tv dan kerjakan pekerjaan sekolah, janganlah lekas matikan tv sekalian geram-marah.

Coba melihat tv dengan mereka sesaat. Kemudian, tanya adakah tugas rumah yang ingin ditolong atau mungkin tidak? Anda bisa juga tawarkan diri untuk menolong anak kerjakan pekerjaannya.

5. Buat Situasi Damai di Rumah

Supaya langkah mendidik anak yang keras kepala sukses, bangunlah situasi rumah hangat dan damai. Yakinkan rumah jadi lokasi yang nyaman untuk anak. Karena, anak yang keras kepala condong cari lain tempat bila kondisi tempat tinggalnya tidak tenang atau sering muncul kerusuhan.

Selanjutnya, orangtua perlu memberikan contoh sikap yang bagus saat di dalam rumah karena anak condong mengikuti apa yang mereka saksikan. Penting untuk orangtua untuk jaga keadaan rumah supaya masih tetap damai, tenang, dan jauhi pertikaian antaranggota keluarga.

6. Ajari Anak Patuhi Kegiatan rutin

Anda dapat memberi batas kegiatan ke anak yang sikapnya keras kepala. Orangtua dapat membuat ketentuan masalah agenda bermain atau belajar. Terangkan apa resikonya bila anak menyalahi batas yang sudah Anda berdua setujui.

Dengan demikian, anak tahu hal apa yang semestinya dia kerjakan di dalam rumah. Dia bisa juga pahami arah dari dibikinnya kegiatan rutin itu. Kegiatan rutin bisa membuat aktivitas setiap harinya jadi terukur dan sikap keras kepalanya perlahan-lahan dapat ditiadakan.

BundaKita
BundaKita Emak / Ngeblog / Nyuci / Nyambel / Ngemong dst.